Saturday, September 25, 2010

Diary Seorang Cewek [Cerita ini bikin gua teringet sama kenangan perih sewaktu gua masih SMP]

Dear Diary,
Hai Di, udah lama Vella ngga nulisin kamu yah, banyak banget yang Vella mau ceritain ke kamu Di. Tadi pagi Vella sama temen-temen ngomongin cowok masing-masing. Di masih inget sama Evan kan? cowoknya Vella? Vella malu banget deh sama dia. Dia soalnya nggak kayak cowok-cowok temen Vella yang lain Di. Sebel deh sama Evan, bayangin deh Di semua minusnya Evan nih yah:

• Minus 10 karena dia nggak punya handphone, padahal cowok-cowok temen Vella yang lain punya handphone.

• Minus 10 karena dia nggak dibolehin nyetir mobil sama ortunya karena belum 17, padahal cowok-cowok temen Vella yang lain biar sama-sama SMP udah boleh bawa sendiri!

• Minus 10 karena dia itu rambutnya cuma cepak biasa, padahal cowok-cowok temen Vella yang lain itu rambutnya gaya abhies.

• Minus 10 buat dia karena dia itu nggak suka ketempat-tempat dugem Di, padahal Vella suka banget ke sana, malu banget nggak sih punya cowok kayak gitu.

• Minus 10 buat dia lagi Di, karena dia nggak punya satu pun jacket XSML, padahal cowok-cowok temen Vella yang lain sering banget belanja disana, kalau dia sih paling pake bajunya bangsa bangsa jacket yang merek FILA (idih banget nggak sich Di!).

• Minus 10 banget (dan yang ini banget banget-banget) karena dia masih suka bawa makanan dari rumah buat makan siang ke sekolah! Gila yah Di, malu-maluin banget nggak sih!


Sumpah yah Di, Vella malu banget sama dia, kayaknya mau putus aja deh Di.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dear Diary,

Hari Ini valentine, pas Evan ke kelas Vella mau kasih kado, Vella cuma diem aja. Seharian itu Di, Vella ngindarin dia abis-abisan, dia bingung gitu kayaknya Di, kenapa Vella ngindar terus.

Sampe rumah dia nelepon Vella, Vella males tapi ngomong sama dia Di, Vella suruh pembantu bilang ke Evan kalau Vella belum pulang. Dia nelepon 4 kali hari itu tapi Vella males nerima.
Kira-kira 3 harian deh kayak gitu, tiap di sekolah Vella ngindarin Evan pake cara ke WC cewek lah atau ngumpet-ngumpet lah, dan di rumah Vella selalu nggak mau nerima telepon dari dia, kayaknya Vella bener-bener udah illfeel dan malu pacaran sama dia Di!

Akhirnya waktu itu hari Senin, seperti biasa pas di sekolah, Vella ngindarin dia. Pas pulang sekolah Vella ngumpul di kantin sama temen-temen Vella.
Mereka pada nanya kok Vella ngindarin Evan terus Vella diem aja, tapi setelah didesak akhirnya Vella ngaku juga Vella ngomong, "Ah bete banget gue sama tuh cowok, udah nggak ada modal mendingan gaul, dan mukanya setelah gue pikir-pikir biasa banget, ya ampun kok gue dulu mau yah jadi sama dia? dipelet kali yah gue!!"

Tiba tiba semua pada diem dan ngeliat ke arah punggung Vella, Vella bingung dan nengok Di, ya Tuhan Di, ternyata ada Evan di belakang Vella dan kayaknya dia denger yang Vella baru ucapin barusan. Vella cuma bisa diem tapi Vella sempet ngeliat Evan sebentar. Dia diem, mukanya nunduk ke bawah terus dia pelan-pelan pergi dari situ.

Vella diem aja, ada beberapa yang ngomong "Hayo loo Vel, dia denger lho!!"

Tapi ada juga yang ngomong, "Udahlah Vel, baguslah denger, nggak ada untungnya tetep sama dia, ntar elo juga bisa dapet yang lebih bagus."

Bener juga yah Di, ya udah Vella cuek aja, syukur deh kalau dia denger. Dia mau minta putus juga ayo, mau banget malah Vella.

Dua hari pun berlalu Di, dan sejak saat Evan udah nggak berusaha nyamperin Vella di sekolah atau nelepon Vella. Tiap ketemu di sekolah dia cuma diem dan ngelewatin Vella aja.

Seminggu berlalu, 2 minggu berlalu sejak hari itu, Vella mulai ngerasa ada sesuatu yang ilang Di, nggak tau kenapa Vella mulai ngerasa kehilangan sesuatu, kadang-kadang Vella suka bengong bingung sendiri, cuma Vella berusaha ilangin perasaan itu. Vella nggak tau kenapa jadi males kemana mana, pengennya sendiri aja, males ngapain. Semua orang jadi bingung kenapa Vella berubah jadi kayak gini. Vella sendiri juga nggak tau kenapa Di.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dear Diary,

Minggu malem nih Di, Ujan deres banget, Vella diem dan ngerenung di dalam kamar. Tiba-tiba di channel V ada lagunya Janet Jackson Di! Tau kan liriknya?

Doesn't really matter what the eyes is seeing,
Cause im in love with the Inner being.

Saat itu tiba-tiba Vella nangis Di, Vella baru sadar... Betapa baiknya Evan... Vella nangis senangisnya Di, karena Vella baru sadar betapa begonya Vella...

• Minus 10 karena Evan nggak punya HP Di, tapi plus 100 karena dia tiap malem rela jalan jauh ke wartel buat Nelpon Vella ngucapin selamat tidur setiap hari...

• Minus 10 karena dia nggak dibolehin nyetir mobil sama ortunya karena belum 17 Di, tapi plus 100 karena tiap malem minggu dia rela naik sepeda jauh dari kemang ke bona indah khusus ngapelin Vella biar ujan sekalipun...

• Minus 10 karena dia rambutnya cuma botak biasa dan nggak suka di spike, tapi plus 100 karena dalam keadaan rambut Vella apapun baik bagus maupun lagi jelek, mau salah potong atau salah blow atau salah model dia selalu bilang Vella cantik banget...

• Minus 10 karena dia nggak suka ke tempat dugem Di, tapi plus 100 karena dia rela nemenin Vella ke tempat-tempat kayak gitu, meski dia nggak suka dan rela dimarahin ortunya karena pulang pagi nemenin Vella... dengan naik taksi ke rumahnya...

• Minus 10 karena Evan nggak punya jacket XSML dan hanya punya jacket FILA biasa, tapi plus 100 karena kalau ujan di sekolah dia selalu minjemin Vella jacketnya meski dia sendiri kedinginan...

• Minus 10 karena dia bawa makan siang ke sekolah, tapi plus 100 karena ternyata nabung uang jajan makang siangnya buat beli kado valentine buat Vella...


Dari 60 minus yang Evan punya Di, dia punya 600 Plus di hati Vella... dari 1000 kekurangan Evan, dia punya semilyar kebaikan... Ya Tuhan Di, betapa begonya Vella yah... Vella yang beruntung sebenernya punya cowok Evan, dan Vella juga yang nyakitin Evan, padahal nggak pernah sekalipun dia nyakitin Vella. Malemnya Vella nangis lama banget Di.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dear Diary,

Vella ketemu sama Evan di sekolah. Vella kejar dia dan bilang Vella mau ngomong, Evan diem aja, tapi pulang sekolah dia nanya Vella mau ngomong apa. Vella kasih dia kartu buatan Vella, Vella cium pipi dia dan Vella bilang minta maaf karena Vella udah nyakitin dia. Dia cuma diem aja terus pulang... Vella cuma bisa diem karena sadar, Vella yang berbuat, Vella juga yang kehilangan... Sakit banget rasanya Di, Vella pulang sekolah nangis tapi juga sadar itu semua Vella yang bikin dan Vella pula yang nanggung resiko-nya...

Malem itu tiba tiba mama ngetok pintu kamar Vella, katanya ada telepon. Ternyata bener Di, itu Evan, dia udah maafin Vella, dia udah lupain semuanya... aduh Di, girang banget hati Vella, hi hi hi senengnya.

Nanti malem Evan mau kesini Di, dan Vella mau dandan secantik-cantiknya buat Evan, jadi Vella udahan dulu yah Di... thanx banget udah denger curhat-nya Vella, Vella belajar satu hal Di:

Hargailah apa yang kamu miliki sekarang,
Karena tanpa kamu sadari,
Kamu begitu beruntung telah memiliki-nya.

Selamat malem diaryku...

NB: Minus 10 Di, karena mukanya tidak tampan, tapi plus 100 karena hatinya luar biasa tampan...

"Doesnt' Really Matter what The eyes is seeing cause im in love with the Inner being." 


Cerita diatas persis banget sama kejaian waktu gua SMP dulu. Dan itu adalah sebuah pengalaman yang nggak enak. Gua cuma mau bilang jangan pernah ngeliat orang dari penampilan luar-nya aja. ga ada maksud lain, apalagi buat nyindir. cuma buat sharing .
Friday, July 23, 2010

10 Kelakuan Cowok saat 'Menyukai' seorang Cewek.

Dia sepertinya menyukai Anda. Berkali-kali Anda memergoki dia sedang menatap Anda, bahkan ia juga sempat membelikan Anda syal saat musim hujan lalu. Namun, hingga kini ia masih belum menunjukkan tanda-tanda hendak ‘menembak’. Jika Anda bertanya-tanya apakah seorang pria jatuh cinta, bahkan tergila-gila dengan Anda, maka ujilah ia lewat beberapa tanda berikut ini.

1. Dia ada di mana-mana
Entah saat Anda di kantin kantor, ujung lorong bersama teman-teman, dalam perpustakaan, bahkan di tempat ibadah, dia selalu ada di sana. Jika ia tampak ada di mana-mana, maka bisa jadi ia ingin agar Anda memperhatikan keberadaannya juga. Lemparkan sedikit senyuman, maka itu akan membuat dia makin tergila-gila.

2. Dia ingat semuanya
Hal sekecil apapun yang terjadi atau yang pernah Anda sebutkan, ia ingat semua itu. Bahkan hal yang Anda lupa pernah mengatakannya pun, seolah terekam jelas dalam ingatannya. Ini tanda kuat bahwa Anda penting baginya.

3. Dia terus menatap Anda
Entah saat ia sedang berbicara, atau saat mendengarkan Anda bicara, bahkan saat sedang sibuk sekalipun, matanya seolah selalu awas menatap dan tak pernah lepas dari Anda. Hanya Anda yang ada di mata dan hatinya. Jika lain kali

Anda menangkap basah tatapan matanya, lemparkan senyum. Bisa jadi hal itu akan membuatnya tersenyum balik, atau membuat ia membuang muka karena malu akibat ketahuan.

4. Dia sering memuji Anda
Belum mandi saja sudah dibilang cantik dan wangi. Meski mungkin tersimpan aneka kata-kata gombal dalam pujiannya, namun jika ia sering membanjiri Anda dengan pujian, maka bisa dipastikan hatinya pun sedang kebanjiran cinta untuk Anda.

5. Teman-temannya tahu nama Anda
Jika teman-temannya (yang bukan teman Anda) tahu nama Anda, maka hal ini berarti ia sering membicarakan Anda dengan mereka. Jika ia sering membicarakan Anda, maka dapat dipastikan ia sering memikirkan Anda pula.

6. Dia banyak bertanya
Dia ingin tahu pendapat Anda tentang kaos barunya, atau apakah Anda suka potongan rambutnya yang sekarang. Dia bahkan meminta nasehat Anda tentang tawaran pekerjaan terbaru. Jika ia membanjiri Anda dengan banyak pertanyaan, dan bukannya cenderung berbicara tentang diri sendiri, maka itu berarti sinyal hijau bahwa ia benar-benar suka pada Anda.

7. Dia memberi banyak komentar dalam situs jaringan sosial Anda
Facebook atau Twitter Anda penuh dengan komentar darinya. Ia bahkan tak takut orang lain mengetahui bahwa ia menyukai Anda.

8. Dia mengundang Anda dalam pertandingan/acara yang ia ikuti
Jika seorang pria menyukai Anda, maka ia cenderung ingin pamer kebolehan pada Anda. Jika dia seorang pemain basket, maka ia ingin Anda melihatnya saat beraksi. Jika dia anak band, maka ia akan memberikan tiket khusus agar Anda bisa menyaksikannya manggung. Berikan teriakan penyemangat dan ia pun siap jadi milik Anda.

9. Dia mendekati teman Anda
Bukan untuk menggoda mereka, melainkan untuk mencari tahu tentang Anda dari mereka.

10. Dia mengajak Anda kencan
Akhirnya setelah semua sinyal di atas, ia pun mulai berani mengajak Anda kencan. Mungkin ini hanya sekedar jalan berdua di mall dengan alasan mencari kado, atau minta ditemani ke tempat kerabat di luar kota, hingga mengajak Anda

menemaninya nonton konser. Apapun itu, ini adalah tanda paling kuat bahwa hatinya telah memilih Anda. Jika dia termasuk pemalu, maka tak ada salahnya Anda yang membuka jalan lebih dulu dengan mengajaknya keluar. Jadi, jelas bukan apa yang menjadi tanda bahwa seorang pria benar-benar menginginkan Anda. Tak usah menebak-nebak, karena pria sangat mudah dibaca.

6 Alasan Mengapa Anda Tak perlu Takut dengan Karbohidrat.

Banyak pelaku diet yang menghindari asupan karbohidrat pada menu makanannya. Mereka takut asupan karbohidrat dapat membuat tubuh mereka menjadi gemuk. Girls, anggapan ini keliru. Memang, jika dikonsumsi dalam jumlah besar, karbohidrat dapat mengakibatkan kenaikan berat badan. Tetapi sekali lagi, itu hanya terjadi jika Anda mengonsumsinya terlalu berlebihan.

Sebaliknya, karbohidrat justru merupakan tambahan yang sehat untuk diet Anda.

6 bukti berikut cukup menjadi alasan bagi Anda untuk tidak menghilangkan asupan karbohidrat pada menu makanan.

1. Karbohidrat dapat membantu meningkatkan mood. Dalam sebuah penelitian dari Archives of Internal Medicine, diketahui mereka yang menjalani diet rendah karbohidrat (hanya diperbolehkan mengonsumsi 20-40 gram karbohidrat sehari-hari, atau sekitar 1 / 2 cup beras ditambah satu sepotong roti) selama satu tahun, terlihat lebih depresi, cemas dan emosional dibandingkan mereka yang menjalani diet rendah lemak namun tinggi karbohidrat, yang memfokuskan pada susu rendah lemak, biji-bijian, buah-buahan dan kacang-kacangan. Dari penelitian ini, para peneliti kemudian menyimpulkan bahwa karbohidrat dapat meningkatkan produksi serotonin, yaitu zat kimia yang membantu otak merasa lebih baik.

2. Karbohidrat dapat mencegah penambahan berat badan. Peneliti dari Brigham Young University di Utah yang mengikuti kebiasaan makan perempuan paruh baya selama hampir dua tahun, menemukan bahwa mereka yang meningkatkan asupan serat umumnya cenderung kehilangan berat badan dibandingkan dengan mereka yang mengurangi asupan serat pada pola makannya. Banyak karbohidrat mengandung serat makanan, yang sebenarnya merupakan karbohidrat kompleks yang sulit dicerna.

3. Karbohidrat baik bagi kesehatan jantung. Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan asupan serat larut (sebuah jenis serat yang ditemukan dalam makanan kaya karbohidrat seperti oatmeal dan biji-bijian), 5 sampai 10 gram setiap hari dapat menurunkan kadar LDL atau "kolesterol jahat" hingga 5 persen. Demikian pula, dengan mereka yang mengonsumsi banyak jenis biji-bijian seperti beras merah, cenderung memiliki kadar kolesterol LDL lebih rendah sementara kadar HDL-nya atau "kolesterol baik" meningkat tinggi.

4. Karbohidrat membantu mengecilkan ukuran pinggang. Menurut penelitian yang telah dipublikasikan dalam Journal of Nutrition, mengganti asupan refined grains dengan whole grains (bahan makanan yang berasal dari padi-padian atau serealia) dapat membantu mengurangi lemak tubuh dan lemak perut. Lewat penelitian tersebut diketahui, orang dewasa yang mengonsumsi sekitar 3 porsi biji-bijian dalam sehari mengalami penyusutan lemak tubuh hingga 2,4 persen dan lemak perut 3,6 persen dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsinya kurang dari seperempat porsi.

5. Karbohidrat mempertajam ingatan. Lewat sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Tufts University, diketahui perempuan bertubuh gemuk yang menjalani diet "rendah-karbohidrat" selama seminggu (mereka diperintahkan untuk sepenuhnya menghilangkan karbohidrat dari menu harian mereka), menunjukan performa yang buruk dalam serangkaian tes memori dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang mengikuti diet "rendah kalori". Hasil ini terangkum dalam pedoman American Dietetic Association.

6. Karbohidrat membantu menyusutkan lemak. Sarapan dengan oatmeal atau sereal bekatul, 3 jam sebelum melakukan latihan fisik dapat membantu membakar lebih banyak lemak. Setidaknya ini yang diungkapkan sebuah penelitian terbaru dari Journal of Nutrition. Berikut alasannya : menurut hasil penelitian, mengonsumsi slow release-carbohydrates (karbohidrat dari pangan yang dicerna dan diserap dengan lambat sehingga disebut karbohidrat 'baik), tidak akan menaikan kadar gula darah setinggi jika Anda mengonsumsi karbohidrat olahan, seperti roti putih. Pada gilirannya, tingkat insulin tidak begitu tinggi dan karena insulin berperan dalam memberi signal pada tubuh untuk menyimpan lemak, maka memiliki tingkat insulin yang lebih rendah dapat membantu Anda membakar lemak. 



See, karbohidrat is good huh?
haha.


Source
Wednesday, June 30, 2010

Binatang aja bisa harmonis.

Di bawah ini emang cuma ada 3 foto, tapi 3 foto ini telah berhasil bikin hati gua adem pada hari ini, foto - foto ini seolah - olah mengatakan kalo 'Binatang aja bisa harmonis, masa kita yang manusia dan punya akal bisanya cuma pake emosi?'

Mungkin kita emang harus banyak - banyak introspeksi diri, kita lihat kesalahan kita apa, dan apa yang harus kita benahin dari diri kita supaya kita jadi pribadi yang lebih baik, ye ga?

Yaudahlah, dariapda bosen baca tulisan gua, dan gua juga lagi gamau curhat, mending langsung diliat ya.






















Regards, Chokie.

Aku Menangisi Adikku Berkali - kali. (Sebuah kisah nyata yang diceritakan kembali)

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. "Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!" Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!" Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? ... Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi." Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik...hasil yang begitu baik..." Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?"

Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku." Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!" Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini." Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.
Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: "Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang." Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas).

Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!" Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?" Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?" Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu..." Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu." Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. "Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!" Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.." Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. "Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya. "Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..." Ditengah kalimat itu ia berhenti.
Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.

Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini." Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.

Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?"

Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. "Pikirkan kakak ipar--ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?" Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!" "Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.

Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku." Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. "Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya."

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku." Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.
Wednesday, April 28, 2010

Kenapa cowok suka sama cewek?

kenapa cowok menyukai cewek?
(dari sudut pandang cowok)

Sedikitnya ada 23 alasan kenapa cowok suka sama cewek, yaitu :

- cewek selalu wangi,meskipun hanya wangi sampo.
- mereka selalu tahu dimana harus menyandarkan kepalanya (dibahu cowok)
- cara cewek masuk kedalam pelukan cowok dengan nyaman.
- cara mereka mencium cowok yang membuat dunia nampak jauh lebih indah.
- cara mereka makan - begitu lucu
- waktu berjam-jam yang mereka butuhkan untuk berdandan, dan ternyata hasilnya sangat mengesankan.
- mereka selalu hangat,meskipun udara diluar amat sangat dingin.
- mereka akan nampak selalu menarik,tak peduli baju apapun yang mereka pakai.
- cara mereka berusaha untuk dipuji.
- cara mereka berdebat - begitu lucu
- cara tangan mereka meraih tangan kita.
- kita selalu merasa senang melihat ID-nya waktu menelepon kita, khususnya setelah kita bertengkar.
- cara mereka mengatakan," kita jangan bertengkar lagi,ya?" meskipun sejam kemudian....
- cara mereka mencium saat kita berbuat baik pada mereka.
- cara mereka mencium saat kita mengatakan"aku mencintaimu.."
- cara mereka jatuh kedalam pelukan kita saat mereka menangis.
- cara mereka minta maaf karena menangis gara - gara hal sepele
- cara mereka memukul kita dan mengharapkan kita kesakitan.
- lalu, cara mereka minta maaf karena pukulannya memang menyakitkan (walaupun kita tak mau mengakui - bahwa pukulannya memang sakit),
- cara mereka mengatakan. "aku kangen padamu"
- cara kita merindukan mereka.
- cara mereka menangis, yang membuat kita ingin mengubah dunia agar mereka tidak terluka lagi.
- dan yang terakhir adalah senyum mereka..

Namun, sekalipun kita mencintai mereka, membenci mereka, mengaharapkan mereka mati, atau kita akan mati tanpa mereka Tidaklah jadi soal. Sebab, setelah mereka memasuki kehidupan kita, bagaimanapun orang lain memandang mereka, mereka adalah segalanya bagi kita. Disaat kita menatap mata mereka, menukik kedalam jiwanya, dan kita mengatakan jutaan kata tanpa bersuara, kita tahu bahwa hidup kita menghirup debaran jantung mereka. Kita mencintai mereka dengan sejuta alasan. Hal itu bukan berhubungan dengan pikiran, melainkan dengan hati dan perasaan. HANYA HATI DAN PERASAAN.

monggo, dibaca, telaah, abis itu renungi.

Regards, Chokie.
 
;